Sentuhan Kasih 15 September 2021: Menghayati Duka Bunda Maria
PW Santa Perawan Maria Berdukacita
Bacaan I: Ibr 5:7-9
Mazmur: Mzm 31:2-3a.3b-4.5-6.15-16.20
Bacaan Injil: Yoh 19:25-27 atau Luk 2:33-35
Sampai saat ini, satu-satunya penampakan Bunda Maria di Afrika yang diakui oleh Vatikan terjadi di Kibeho, Rwanda, yang berlangsung selama tahun 1981-1989. Salah satu bukti kuat penampakan ini menjadi otentik adalah penglihatan sungai dan tanah bersimbah darah, yang kelak terjadi secara nyata dalam Genosida Rwanda 1994. Pada tanggal 3 Maret 1982, dikutip dari website Kibeho Sanctuary, Bunda Maria menampakkan diri kepada Marie-Claire Mukagango (salah satu visiuner) dan mengajarkan beliau Rosario Tujuh Dukacita Maria. Tujuan dari Rosario ini adalah untuk membantu orang menghayati dan mendalami betapa sakitnya penderitaan yang Yesus alami dan betapa dalamnya kesedihan Bunda Maria. Apabila didaraskan dengan benar, di dalam hati orang tersebut akan muncul kekuatan untuk menghindar dari perbuatan dosa dan bertobat dengan kesungguhan hati, karena dosa itulah yang membuat Yesus disalib. Bila didaraskan dengan meditasi, orang tersebut dapat menemukan kekuatan luar biasa untuk kembali kepada Tuhan. Bunda Maria mengajarkan doa ini karena pada saat ini, banyak orang melupakan cara untuk bertobat, dan lebih memilih untuk menyalibkan Yesus Kristus.
Marie-Claire ditugaskan Bunda Maria untuk memberitakan hal ini kepada semua orang di seluruh dunia. Apakah mungkin Marie-Claire melakukannya sendirian? Tentu tidak! Bunda Maria mengatakan rahmat Tuhan akan melakukan segalanya dan Marie diminta untuk melakukan hal apa saja yang memungkinkan untuk menyebarkan Rosario ini tanpa harus meninggalkan Rwanda. Marie Claire mengatakan rosario ini merupakan tambahan bagi kita setelah berdoa Rosario biasa untuk semakin mendalami kesedihan Yesus dan Bunda Maria. Teman-teman, setelah mengetahui kisah ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk mendaraskan dan menyebarkan Rosario Tujuh Dukacita Maria di hari yang penting ini, untuk semakin menyadari kelemahan kita dan memfokuskan diri kita kepada Tuhan melalui teladan Bunda Maria.
Peristiwa Rosario Tujuh Dukacita Maria tersebut adalah sebagai berikut:
1. Nubuat Simeon
2. Mengungsi ke Mesir
3. Kehilangan Yesus di Bait Allah
4. Maria bertemu dengan Yesus di jalan menuju Kalvari
5. Maria berdiri di kaki salib
6. Maria menerima jenazah Yesus di pangkuannya
7. Jenazah Yesus dimakamkan
Dalam merenungkan rosario ini, saya menyadari bahwa empat peristiwa terakhir terjadi pada waktu yang berdekatan, menggambarkan betapa pedihnya hati Bunda Maria ketika harus menyaksikan penyaliban Anaknya. Tiga peristiwa pertama saja sudah cukup menggambarkan betapa sedihnya Bunda, apalagi peristiwa-peristiwa terakhir ini. Saya rasa sulit bagi kita untuk bertahan di posisi Bunda Maria. Banyak dari kita mungkin lari ketakutan, seperti sebagian besar murid Yesus yang lain pada saat itu, takut menyaksikan peristiwa yang mengerikan dan bahkan takut memanggul salib yang sama. Bunda Maria tidak membiarkan dirinya diselimuti ketakutan. Ia tetap taat menemani Yesus, karena ia begitu mengasihi Anaknya.
Ketika menerima jenazah Yesus, Bunda Maria memandang tubuh Anaknya yang penuh dengan luka. Ia mulai mengingat kenangan-kenangan yang telah lalu, ketika mereka berdoa bersama, tertawa bersama, dan menyadari bahwa hal itu harus berakhir. Bunda pun tidak menyerah. Ia sadar bahwa segala kengerian ini harus terjadi demi keselamatan sesama, dan tidak berhenti di situ saja, Bunda menjalankan amanat Tuhan untuk tetap hadir, memberi kekuatan, dan memberi penghiburan bagi para murid yang masih dipenuhi dengan rasa sedih dan takut.
Kekuatan terbesar dari Bunda Maria adalah penyerahan diri dan ketaatan kepada Tuhan. Selama kita hidup di dunia ini, kita mempunyai misi penting untuk menjadi anak Tuhan yang murni dari segala dosa, ego, dan motivasi buruk. Hidup di dunia ini tidaklah mudah, tetapi di saat kita mengalami kekecewaan dan kepedihan yang mendalam, mari kita sejenak hening, berdoa kepada Tuhan untuk menyerahkan rasa sakit kita. Mari kita meneladani sikap Bunda Maria dengan kesungguhan hati. Jangan terlalu fokus pada kesedihan dan kekecewaan, karena mereka akan segera berlalu. Serahkan rasa sakit kita kepada Tuhan, teruslah berusaha melakukan setiap perbuatan dengan penuh kebaikan, dan ingatlah janji-Nya bahwa suatu saat kita akan bersatu dengan Bapa dan Bunda Maria di Surga untuk merasakan kebahagiaan abadi.
Bunda Maria, doakanlah kami.
Komentar
Posting Komentar