Sentuhan Kasih 16 September 2021: Berserah Diri
PW Santo Kornelius, Paus dan Martir
PW Santo Siprianus, Uskup dan Martir
Bacaan I: 1Tim 4:12-16
Mazmur: Mzm 111:7-8.9-10
Bacaan Injil: Luk 7:36-50
Tradisi Apostolik adalah tradisi untuk mewartakan pesan Kristus yang diwariskan kepada Para Rasul secara langsung untuk diwariskan kembali kepada umat di seluruh dunia. Tradisi ini dapat dilakukan secara lisan (tradisi suci) dan tulisan (Kitab Suci dan tulisan lain). Keduanya saling melengkapi, sehingga membentuk kesatuan kebenaran yang sistematis dan memberi pemahaman yang dalam tentang Katolik. Salah satu tradisi apostolik yang sangat menonjol adalah suksesi Kepausan. Di dalam Kitab Suci dinyatakan bahwa tongkat pertama Kepausan diperintahkan oleh Yesus kepada Petrus (Mat 16:18-19). Selanjutnya, pemilihan Paus dilaksanakan dengan menggunakan tradisi lisan, yang kita kenal dengan konklaf.
Berbicara tentang Tradisi Suci, Tradisi Suci menjadi salah satu bagian penting dari Katolik Roma. Tanpa Tradisi Suci, Gereja rasanya sulit untuk berkembang hingga ke penjuru dunia saat ini. Tidak mudah untuk mempertahankan Tradisi Suci karena sering kali terjadi berbagai perpecahan yang dilakukan oleh banyak orang. Alasan utamanya, karena perbedaan pendapat. Santo Kornelius dan Santo Siprianus menghadapi hal ini. Pada saat itu, Kaisar Decius berada dalam posisi yang sangat kuat dan tidak kenal lelah untuk menganiaya umat Kristen. Banyak orang Kristen yang ketakutan dan memilih untuk murtad. Sayangnya, orang yang murtad dipandang rendah oleh orang Kristen. Uskup Kartago, yaitu Uskup Siprianus, mengadakan konsili para uskup untuk menyikapi hal ini, tetapi para imam terbelah menjadi dua kubu. Ada yang mau menerima orang yang sudah murtad untuk kembali menjadi Kristen, ada yang menolak mentah-mentah. Golongan yang kedua memutuskan untuk membangun gereja sendiri, sehingga terpaksa diekskomunikasi oleh Paus Kornelius. Uskup Siprianus, diikuti uskup lainnya, menyatakan dengan tegas untuk tunduk kepada Tahta Suci. Di sisi lain, Paus Kornelius memimpin Tahta Suci menggantikan Paus Fabianus yang dibunuh oleh rezim kekaisaran. Menjadi paus berarti siap mati, tetapi Paus Kornelius tidak bergeming. Paus lebih takut untuk tidak melanjutkan perintah Tuhan akan suksesi Kepausan. Pada akhirnya, kedua santo harus terbunuh karena dipenggal kepalanya.
Penyerahan diri menjadi kunci utama kedua santo yang kita peringati pada hari ini untuk senantiasa taat dan takut kepada Tuhan. Untuk menuju penyerahan diri yang seutuhnya, kita harus melakukan introspeksi diri akan kesalahan-kesalahan kita sendiri. Banyak dari kita tidak menyadari dan menganggap enteng dosa-dosa yang kita perbuat. Ah, Tuhan kan maha mengampuni! Ya, benar, tetapi kita sering tidak sadar betapa terlukanya Yesus dan Bunda Maria. Mereka sungguh merindukan kita untuk kembali kepada-Nya, tetapi kita memilih untuk menjauh. Bukannya mengurangi, kita justru "hobi" menambah beban salib Yesus dan ratusan pedang untuk ditusuk pada hati Bunda Maria. Mereka tidak bisa memaksa kita, karena mereka itu kasih, dan kasih tidaklah memaksa, tetapi mereka masih senantiasa merindukan kita. Yesus dan Bunda Maria sungguh merindukan kita untuk bertobat, seperti yang dilakukan wanita pada Injil.
Minyak wangi bukanlah barang yang murah pada saat itu, sehingga kita dapat memahami betapa dalamnya penyesalan dan pertobatan yang dilakukan oleh wanita itu. Seperti kata Yesus, pertobatan menjadi jalan untuk menghadirkan keselamatan yang abadi. Akan tetapi pertobatan tidak cukup. Penyerahan diri seutuhnya adalah menjalani semua perintah Tuhan, yaitu berdoa, membaca kitab suci, ikut ibadat, ikut pelayanan, dan ikut perayaan Ekaristi. Mari kita lakukan terus menerus dengan penuh sukacita! Apabila kita jatuh ke dalam dosa, jangan sia-siakan kesempatan, mari bertobat dan bangkit lagi!
Saya menyadari di dunia ini banyak orang berselisih pendapat dengan Paus, terutama terkait dengan masalah yang sangat sensitif. Perbedaan pendapat dengan Paus adalah hal yang manusiawi, tetapi tidak membenarkan orang untuk mengolok Paus atau meninggalkan gereja, seperti yang banyak dilakukan orang akhir-akhir ini. Sebagai bentuk dukungan, marilah kita mendoakan Paus kita tercinta untuk tetap teguh dan menegakkan kebenaran dalam menjalankan setiap misi sebagai wakil Tuhan di dunia ini. Mari kita melakukan hal ini sebagai bentuk penghormatan kepada Yesus beserta Santo Kornelius dan Santo Siprianus.
St. Kornelius dan St. Siprianus, doakanlah kami.
Komentar
Posting Komentar