Sentuhan Kasih 1 Oktober 2021: Jalan Kecil Santa Theresia

Pesta Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan, Pujangga Gereja, dan Pelindung Misi
Jumat Pertama Bulan Oktober

Bacaan Pertama: Yesaya 66:10-14a
Mazmur: Mzm 131:1.2.3
Bacaan Injil: Mat 18:1-5

Selamat datang di Bulan Oktober, semoga kasih karunia Tuhan senantiasa melimpah di bulan yang baru ini dan bulan-bulan selanjutnya.

SANTA THERESIA LISIEUX

"Tuhan tidak menginginkan kita untuk melakukan ini atau apa pun itu. Ia ingin kita mencintai-Nya."

Hari ini kita merayakan Pesta Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus (1873-1897) atau Theresia Lisieux yang dikenal akan kesederhanaan hidupnya. Ia lahir sebagai anak bungsu dari sembilan bersaudara, meskipun hanya lima bersaudara yang bertahan hingga dewasa. Ayah dan Ibunya, Louis Martin dan Zelia Martin, kelak menjadi pasangan santo dan santa yang dikenal karena kesalehan hidup dalam mendidik anak-anaknya. Lima bersaudara yang bertahan pun mengabdikan diri menjadi biarawati. Kehidupan Theresia Lisieux tidak mudah karena ia kehilangan ibunya pada usia empat tahun. Ketika berumur sepuluh tahun, kakak sulungnya Pauline memutuskan masuk biara Karmel di Lisieux yang dikenal karena para susternya berdoa untuk kepentingan dunia. Ia pun sempat jatuh sakit, tetapi sembuh setelah patung Bunda Maria tersenyum kepadanya. Seiring waktu, Theresia mulai mengurangi sifat manja dan mudah tersinggung karena ia menyadari sikap itu bukanlah sikap pantas bagi seorang yang bercita-cita menjadi suster.

Suatu ketika, Theresia mendengar berita seorang penjahat yang tidak menyesal karena melakukan pembunuhan. Ia pun berdoa dan melakukan silih supaya penjahat bertobat. Sebelum kematiannya, sang penjahat meminta salib dan mencium kaki Yesus pada salib. Theresia muda sangat mencintai Yesus dan ingin mempersembahkan hidupnya kepada-Nya dengan masuk Biara Karmel, tetapi sayang sekali ia masih terlalu muda. Maka, pada umur 15 tahun, ia mengajukan diri kepada Paus Leo XIII untuk mendapatkan izin masuk biara Karmel, yang dikabulkan oleh Bapa Paus. Di dalam biara, Theresia melakukan matiraga bagi orang yang belum mengenal Allah dan tidak mau bertobat, mengabdikan diri dengan merawat suster tua seperti merawat Yesus sendiri, dan berusaha untuk senantiasa lemah lembut dan sabar. Seolah perbuatan-perbuatannya sangat sederhana, tetapi sangat sulit dilakukan jika tidak didasari dengan hidup seperti anak keci, penuh cinta dan iman kepercayaan akan Allah, dan penyerahan diri yang total dengan gembira. Ia pun meninggal karena Tuberkulosis yang merenggut nyawanya di usia 24 tahun.

TENTANG BACAAN

Pada bacaan pertama, kita melihat pesan Kitab Yesaya disampaikan melalui gambaran hubungan kasih ibu pada kelahiran anak. Seorang anak yang lahir tentu tidaklah bisa berbuat apa-apa tanpa kasih seorang ibu. Ia begitu rapuh dan lemah, sehingga ia menerima semua bentuk kasih ibu sepenuhnya, dengan penuh keterbukaan dan kedalaman. Demikian pula setiap umat-Nya akan merasakan kehadiran-Nya bagaikan hubungan tersebut. 

Anak kecil ini pun sama bentuknya dengan yang kita baca dalam Injil. Dalam budaya Yahudi, anak (dalam ayat 3-4) tidak mempunyai kedudukan, sehingga ia sangat bergantung dengan orang tuanya dan menerima segala sesuatu sebagai anugerah. Sebaliknya, orang dewasa dalam budaya Yahudi sangat memperhatikan status dan kedudukan mereka. Terlebih dengan adanya harapan baru pada kehadiran Kerajaan Allah, maka para murid pun bertanya bagaimana status itu berlaku di dalam Kerajaan Allah dan secara implisit, bagaimana cara mereka untuk memperoleh kedudukan tinggi dalam Kerajaan Allah. Tuhan Yesus pun mendobrak pemikiran orang Yahudi. Apapun status dan pangkat mereka di dunia ini, hanya orang yang mengakui Kerajaan Allah sebagai anugerahlah yang akan memasukinya. Pemahaman anak (dalam ayat ke-5) menunjukkan makna lain, yaitu anggota yang sederhana dan berhati baik. Ayat ke-5 ditujukan kepada para murid supaya menerima anggota lain seperti Tuhan menyambut diri mereka, supaya Kerajaan Allah semakin besar dan dimuliakan.

REFLEKSI BACAAN

Melewati gang kecil bukanlah hal yang mudah. Ada kemungkinan kita harus mengalah karena berpapasan dengan orang atau kendaraan, kalau ada lubang pun kita pun harus melaluinya dengan hati-hati jika tidak ingin terjatuh, atau ada perasaan tidak nyaman akibat suasana gang yang lebih gelap. Di dunia ini pun mungkin kita terdesak oleh keadaan yang membuat kita merasa tidak bebas. Mungkin ada orangtua yang rela pergi subuh pulang malam untuk bekerja demi membahagiakan keluarga. Mungkin ada anak yang harus merawat orangtuanya yang sakit. Mungkin ada orang yang terpuruk karena sakit yang harus dideritanya, dan lain sebagainya. Ruang gerak yang sempit membuat kita menjadi lebih fokus terhadap keseharian kita dan bisa jadi menjurus pada rasa bosan, sementara kita masih harus menghadapi pergumulan hidup kita yang belum tahu kapan selesainya. Terlebih jika kita mempunyai pemikiran bahwa ada target yang harus diraih, mungkin sekali akan muncul rasa marah dan emosi.

Hari ini Tuhan ingin mengubah kita untuk melihat permasalahan sebagai anugerah. Kita ingat anak kecil yang menerima segalanya, maka kita harus menerima segala sukacita dan dukacita di dalam kehidupan dengan berpasrah diri. Bagaikan durian yang kulitnya bau tetapi buahnya enak, ada keindahan kasih Tuhan di balik permasalahan hidup. Kita dapat menyingkap kasih Tuhan dengan melakukan satu per satu hal dengan penuh cinta dan syukur kepada Tuhan. Sadari setiap proses dan emosi yang menyertai. Ketika kita sudah merasa tenang dan bersabar, sejenak kita mengucap syukur atas pengendalian diri kita. Ketika kita masih tersulut emosi, sejenak kita mengucap syukur karena disadarkan bahwa apa yang kita lakukan bukan berasal dari kemurnian hati, melainkan dari hati yang masih terbungkus ambisi. Dengan proses seperti itu, diharapkan kita senantiasa rindu untuk melakukan setiap hal dengan kasih yang besar, yang kerap dikenal sebagai 'Jalan Kecil Santa Theresia'.

DOA

Tuhan Yesus yang baik, kami mohon kiranya Engkau membimbing kami untuk senantiasa menerima semua kehendak-Mu sebagai anugerah. Kiranya kasih yang Engkau curahkan kepada kami membuat kami selalu rendah hati, rajin berdoa bagi keselamatan sesama, dan melakukan setiap perbuatan yang sederhana dengan penuh cinta, seperti yang dilakukan oleh St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Doa Katolik Untuk Menghadapi Kekuatan Jahat

Kumpulan Doa Katolik Untuk Beberapa Intensi

Doa Memorare (Ingatlah, ya Perawan Maria)