Sentuhan Kasih 28 September 2021: Kasih Yang Sesungguhnya

Selasa Pekan Biasa XXVI

Bacaan Pertama: Za 8:20-23
Mazmur: Mzm 87:1-3.4-5.6-7
Bacaan Injil: Luk 9:51-56

Mari kita melihat dan mendengar situasi di sekeliling kita. Apakah ada bom yang berterbangan? Apakah ada suara pesawat tempur yang sedang menembakkan peluru? Apakah di luar sana terjadi kerusuhan? Apakah kita sedang dalam kondisi yang aman? Apakah sedang terjadi ketidakstabilan ekonomi dan inflasi besar-besaran? Bila tidak, mari kita bersyukur dengan kondisi kita saat ini. Di belahan dunia yang lain, banyak orang yang terjebak dalam kekalutan dan ketakutan akibat perang. Mereka harus hidup dalam luka fisik dan psikis karena motivasi segelintir orang yang berperang atas nama "perjuangan" dan "kemerdekaan". Mungkin apa yang kita rasakan saat ini menjadi mimpi dan kerinduan mereka.

Nubuat Zakharia yang kita baca pada hari ini menggambarkan bagaimana kehidupan Yerusalem baru, yaitu Kerajaan Surga yang penuh damai. Bangsa-bangsa yang berbeda akan bersatu untuk memuliakan nama Tuhan dan mempersembahkan diri mereka bersama-sama. Kekuatan militer dan ekonomi bukan menjadi tolak ukur, karena hanya hukum kasih yang bertahta. Ini yang paling penting, bahwa Tuhan sudah mempersiapkan dunia yang indah seperti itu di masa yang akan datang.

Bacaan Injil pun memberi gambaran Tuhan yang mengirim murid-Nya untuk masuk ke daerah Samaria, namun ditolak mentah-mentah karena Yesus dan murid-muridnya adalah orang Yahudi. Memang pada jaman dahulu, orang Samaria dibenci oleh orang Yahudi karena mereka dianggap tidak melestarikan hukum Tuhan. Mereka melakukan kawin campur dengan bangsa lain dan membentuk agama baru sebagai hasil percampuran budaya bangsa mereka. Tuhan ingin mempersiapkan para murid bahwa setelah Yesus wafat, mereka pun akan masuk ke dalam kota-kota baru untuk mewartakan Injil. Apabila ditolak, para murid diharapkan tidak menyimpan dendam dan menyerah pada keadaan, tetapi tetap sabar dan semangat mewartakan kasih. Meskipun ditolak, Yesus tidak membinasakan orang Samaria, karena Ia sudah merancang kehidupan Yerusalem yang baru sejak dulu, jauh sebelum Nubuat Zakharia. Yesus ingin orang Samaria dan orang mana pun diselamatkan, bukan hanya Bangsa Yahudi saja.

Saya rasa, setiap orang pasti pernah disakiti atau dibenci oleh seseorang yang bahkan dia cintai, seperti orang tua, saudara, sahabat, pacar, suami, isteri, anak, dan lain sebagainya. Lebih menyedihkan, kita dibenci meskipun kita berada dalam posisi dan keputusan yang benar, seperti yang dialami Yesus dan para murid. Hari ini Tuhan ingin menyapa kita untuk tetap sabar dan mengasihi mereka. Kita pasti ingat bahwa kasih itu sabar, sehingga bersabar terhadap mereka adalah perbuatan kasih.

Jika mereka membenci kita, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengasihi, di antaranya:
1. Mengendalikan ego kita untuk mengasihi mereka apa adanya. Mengasihi bukanlah mengharap balasan yang baik dan kasih harus selalu tumbuh walaupun mereka tetap membenci kita. Memikirkan balas dendam adalah hal yang sia-sia, karena energi dan emosi kita terkuras habis hanya untuk memikirkan mereka.
2. Mendoakan mereka. Kristus merindukan semua umat-Nya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, artinya termasuk orang-orang yang membenci kita karena mereka pun umat Allah. Oleh karena itu, kita perlu untuk mendoakan mereka supaya ikut serta masuk ke dalam Kerajaan Surga dengan melakukan pertobatan.
3. Merangkul mereka. Kita dapat memberi makanan kesukaan mereka, datang ke tempat mereka, memeluk mereka, atau lain sebagainya. Jangan ragu apabila ditolak, teruslah melangkah! 
Tentu saja langkah-langkah ini berat, tetapi inilah tantangan kita sebagai murid Kristus yang sejati. Inilah kasih yang sesungguhnya.

Tuhan, ajari kami untuk mengasihi orang yang membenci kami meskipun kami berada di dalam kebenaran. Kiranya Engkau menaungi mereka dalam kasih-Mu, supaya mereka dapat menyadari kesalahan mereka dan bertobat, sehingga kelak kami semua berbahagia bersama di dalam Yerusalem abadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Doa Katolik Untuk Menghadapi Kekuatan Jahat

Kumpulan Doa Katolik Untuk Beberapa Intensi

Doa Memorare (Ingatlah, ya Perawan Maria)