Belajar Melayani
Kalau mengingat tentang melayani, jujur saja aku langsung teringat dengan jargon bus ekonomi S****r S*****t jurusan Jogja-Surabaya PP, yaitu "melayani setulus hati". Seorang kenalanku, yang juga merupakan seorang pelayan dan pewarta pernah berkata, "Kalau kamu ternyata dipanggil untuk melayani dalam lingkungan sekecil apa pun dan di mana pun, tetap lakukan dengan sepenuh hati . Kalau dipanggil untuk melayani di tingkat keluarga atau RT, RW, tetap jalani setiap tugas yang diberikan dengan sukacita." Setulus hati aku maknai sebagai lepasnya keterikatan diri dari sesuatu yang diharapkan. Melayani karena aku dicintai oleh Allah, bukan untuk mendapat pengakuan atau hadiah. Untuk menyadari hal ini, penting sekali untuk membangun komunikasi dengan Tuhan (doa, membaca kitab suci, ibadat, sakramen). Menjadi penting bahwa dasar dalam pelayanan adalah untuk kemuliaan nama Tuhan yang lebih besar . Ad Maiorem Dei Gloriam (bukan Ad Maiorem Diri Gue), supaya kasih Allah benar-ben...