Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Sentuhan Kasih 1 Oktober 2021: Jalan Kecil Santa Theresia

Pesta Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan, Pujangga Gereja, dan Pelindung Misi Jumat Pertama Bulan Oktober Bacaan Pertama: Yesaya 66:10-14a Mazmur: Mzm 131:1.2.3 Bacaan Injil: Mat 18:1-5 Selamat datang di Bulan Oktober, semoga kasih karunia Tuhan senantiasa melimpah di bulan yang baru ini dan bulan-bulan selanjutnya. SANTA THERESIA LISIEUX "Tuhan tidak menginginkan kita untuk melakukan ini atau apa pun itu. Ia ingin kita mencintai-Nya." Hari ini kita merayakan Pesta Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus (1873-1897) atau Theresia Lisieux yang dikenal akan kesederhanaan hidupnya. Ia lahir sebagai anak bungsu dari sembilan bersaudara, meskipun hanya lima bersaudara yang bertahan hingga dewasa. Ayah dan Ibunya, Louis Martin dan Zelia Martin, kelak menjadi pasangan santo dan santa yang dikenal karena kesalehan hidup dalam mendidik anak-anaknya. Lima bersaudara yang bertahan pun mengabdikan diri menjadi biarawati. Kehidupan Theresia Lisieux tidak mudah karena ia kehilang...

Sentuhan Kasih 30 September 2021: Komunitas Allah

PW Santo Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja Bacaan Pertama: Neh 8:1-5.6-7.8-13 Mazmur: Mzm 19:8.9.10.11 Bacaan Injil: Luk 10:1-12 "Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus" - Santo Hieronimus Santo Hieronimus (342/347-420) adalah salah satu Pujangga Gereja yang dikenal sebagai penerjemah Alkitab dari Bahasa Aram/Ibrani (Perjanjian Lama) dan Bahasa Yunani (Perjanjian Baru) menjadi Bahasa Latin, yang dikenal sebagai Vulgata, yang berarti populer. Dididik secara Kristiani oleh keluarga, Hieronimus pun mencicipi budaya penuh kedagingan pada saat belajar hukum dan filsafat di Roma. Pada akhirnya, beliau bertobat dan dibaptis oleh Paus Liberius. Ia berangkat untuk meminta bimbingan Uskup Valerianus, sebelum pergi ke Anthiokia dan bertapa di sana. Hieronimus pun hidup di gurun untuk berdoa, berpuasa, dan belajar bahasa Ibrani dan Yunani. Setelah ditahbiskan jadi imam pada tahun 379, ia berangkat menimba pengalaman St. Gregorius dari Nazianze di Konstantinopel. Paus...

Kumpulan Doa Katolik Untuk Menghadapi Kekuatan Jahat

Doa-doa ini adalah kumpulan doa-doa yang diminta oleh seorang Romo/Pastur untuk didoakan oleh keluarga kami setiap hari  dalam menghadapi kuasa kegelapan (santet, guna-guna, teluh, dll.). Apabila ada yang sedang mengalami permasalahan yang sama dengan keluarga kami, mari kita mendoakan kelima doa ini dan juga doa-doa lainnya. ROSARIO TUJUH DUKACITA BUNDA MARIA DOA PEMBUKA Tuhanku, aku mempersembahkan kepada-Mu rosario ini untuk kemuliaan-Mu, agar aku boleh menghormati Bunda-Mu yang kudus, Perawan Terberkati, sehingga aku dapat berbagi dan merenungkan sengsaranya. Dengan rendah hati aku memohon kepada-Mu untuk memberikanku tobat sejati untuk semua dosaku. Berikanlah kebijaksanaan dan kerendahan hati agar aku dapat memperoleh semua indulgensi yang terdapat pada doa ini. DOA TOBAT Allah Yang Maharahim, aku menyesal atas segala dosa-dosaku sebab patut aku Engkau hukum terutama sebab aku telah menghina Engkau yang maha baik dan maha murah bagiku. Aku benci atas segala dosa-dosaku dan be...

Doa Memorare (Ingatlah, ya Perawan Maria)

Ingatlah, ya Perawan Maria yang sangat rahim, bahwa belum pernah terdengar engkau meninggalkan orang yang mencari perlindunganmu, yang memohon pertolonganmu, yang meminta perantaraanmu. Terdorong oleh kepercayaan itu, aku datang berlindung kepadamu, ya Perawan segala perawan dan Bunda. Aku datang kepadamu, aku orang berdosa bersungkur di hadapanmu untuk berkeluh kesah. Bunda Sang Sabda, janganlah kautolak permohonanku, tetapi dengarkanlah dengan rela hati dan kabulkanlah.

Doa Kepada Santo Mikael, Malaikat Agung

Santo Mikael, Malaikat Agung, Belalah kami pada hari pertempuran, jadilah pelindung kami melawan kejahatan dan jebakan iblis. Dengan rendah hati kami mohon kiranya Allah menghardiknya, dan semoga engkau, hai Panglima Pasukan Surgawi, dengan kuasa Allah mencampakkan ke dalam neraka, setan dan semua roh jahat lain yang berkeliaran di dunia hendak membinasakan jiwa-jiwa. (Amin.) Catatan: Banyak orang yang bercerita bahwa sebelum tahun 1960-an, doa ini selalu didoakan setelah misa selesai. Tidak tahu mengapa, tradisi ini berhenti begitu saja di sebagian besar gereja. Oleh karena itu, ada beberapa Romo yang mengajak umatnya untuk kembali mendoakan doa ini setelah misa untuk memohon perlindungan Santo Mikael, terlebih di saat ini dengan perkembangan jaman, setan semakin mudah menggoda kita untuk berbuat jahat. Mari kita juga turut mendoakan doa ini setiap hari untuk memohon rahmat keselamatan jiwa dan raga kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Doa Penyerahan Pribadi Kepada Hati Kudus Yesus (St. Margaret Mary Alacoque)

Aku, ... (sebut nama), menyerahkan dan mempersembahkan diriku, hidup, karya, usaha, serta penderitaanku kepada Hati Kudus Yesus. Sejak saat ini, dengan segala kekuatanku aku akan berusaha menghormati, memuji, dan mencintai Hati Kudus Yesus. Dengan seluruh tenagaku, aku akan berusaha menjadi milik-Nya. Aku menolak segala perbuatan yang tidak berkenan di hati-Nya. Aku memilih Hati Kudus Yesus sebagai devosi utama penghormatanku, sebagai pelindung hidup dan jaminan keselamatanku, sebagai obat untuk menyembuhkan kekurangan serta kegoyahan sikapku, untuk menyilih dosa-dosa dari seluruh hidupku, dan untuk memperoleh bantuan pada saat ajalku. Hati Kudus Yesus yang penuh kebaikan, jadilah penyilih dosa-dosaku serta perisai terhadap murka Allah Bapa atas diriku. Hati Kudus Yesus yang penuh cinta, seluruh harapanku kupasrahkan pada-Mu, lindungilah aku terhadap si jahat, kuatkanlah kehendakku. Hancurkanlah di dalam diriku segala sesuatu yang tidak berkenan di hati-Mu dan apa saja yang melawan Dik...

Litani Hati Tersuci Maria

Allah Bapa di Surga,  kasihanilah kami. Allah Putra penebus dunia, Allah Roh Kudus, Allah Tritunggal Mahakudus, Tuhan Yang Maha Esa, Hati tersuci Maria,  doakanlah kami. Hati Maria yang tak bernoda, Hati tercinta Putri Bapa di Surga, Hati tersuci Bunda Allah Putra, Hati terpilih mempelai Allah Roh Kudus, Hati yang menakjubkan Bunda Sang Pencipta, Hati tercinta Bunda Sang Penebus, Hati Maria sumber kebijaksanaan, Hati Maria cermin keadilan, Hati Maria singgasana kerahiman, Hati Maria ikhtisar semua orang kudus, Hati Maria Tabut Perjanjian, Hati Maria pintu gerbang Surga, Hati Maria yang sangat mulia, Hati Maria berkuasa, Hati Maria yang setia, Hati Maria yang pantas dipuji, Hati Maria yang sangat dicintai, Hati Maria yang lemah lembut, Hati Maria yang rendah hati, Hati Maria yang sabar, Hati Maria yang menderita untuk kita, Hati Maria pelita bagi orang yang tersesat, Hati Maria pengungsian bagi orang yang berdosa, Hati Maria kekuatan bagi orang yang tulus hati, Hati Maria pengh...

Sentuhan Kasih 29 September 2021: Malaikat Agung, Doakanlah Kami!

Pesta Santo Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung Bacaan Pertama: Dan 7:9-10.13-14 Mazmur: Mzm 138:1-2a.2bc-3.4-5 Bacaan Injil: Yoh 1:47-51 Hari ini kita merayakan Pesta Malaikat Agung, yaitu Santo Mikael, Santo Gabriel, dan Santo Rafael. Mungkin di antara kita sering mendengar bahwa jumlah malaikat agung sebenarnya tidak hanya tiga. Suatu ketika, ada seorang pastur di Jerman yang menyebarkan devosi kepada delapan malaikat, tujuh di antaranya tidak ada di dalam alkitab. Hal itu dibahas pada konsili lokal di Roma pada tahun 745 dan Paus Zakharias menetapkan hanya tiga santo saja yang disebut sebagai Malaikat Agung, karena ketiganya disebutkan di dalam Alkitab. Santo Mikael (Siapa dapat melawan Tuhan?), pemimpin malaikat untuk melawan setan, disebutkan pada kitab Daniel, Surat Yudas, dan Wahyu. Santo Gabriel (Tuhan kemenanganku), pembawa Kabar Sukacita, juga disebut pada kitab Daniel dan Lukas. Santo Rafael (Tuhan menyembuhkan) disebut pada kitab Tobit. Bacaan pertama hari...

Sentuhan Kasih 28 September 2021: Kasih Yang Sesungguhnya

Selasa Pekan Biasa XXVI Bacaan Pertama: Za 8:20-23 Mazmur: Mzm 87:1-3.4-5.6-7 Bacaan Injil: Luk 9:51-56 Mari kita melihat dan mendengar situasi di sekeliling kita. Apakah ada bom yang berterbangan? Apakah ada suara pesawat tempur yang sedang menembakkan peluru? Apakah di luar sana terjadi kerusuhan? Apakah kita sedang dalam kondisi yang aman? Apakah sedang terjadi ketidakstabilan ekonomi dan inflasi besar-besaran? Bila tidak, mari kita bersyukur dengan kondisi kita saat ini. Di belahan dunia yang lain, banyak orang yang terjebak dalam kekalutan dan ketakutan akibat perang. Mereka harus hidup dalam luka fisik dan psikis karena motivasi segelintir orang yang berperang atas nama "perjuangan" dan "kemerdekaan". Mungkin apa yang kita rasakan saat ini menjadi mimpi dan kerinduan mereka. Nubuat Zakharia yang kita baca pada hari ini menggambarkan bagaimana kehidupan Yerusalem baru, yaitu Kerajaan Surga yang penuh damai. Bangsa-bangsa yang berbeda akan bersatu untuk memuliak...

Sentuhan Kasih 27 September 2021: Yang Dilayani Pun Bisa Melayani

PW St. Vinsensius A Paulo, Imam Bacaan Pertama: Za 8:1-8 Mazmur: Mzm 102:16-18.19-21.29.22-23 Bacaan Injil: Luk 9:46-50 "Tidaklah cukup bagiku untuk mengasihi Tuhan jika aku tidak mengasihi sesamaku. Aku ini milik Tuhan dan milik kaum miskin." (St. Vinsensius A Paulo) Santo Vinsensius A Paulo (1581-1660) adalah seorang imam yang berasal dari Perancis dan dikenal karena menjalin kedekatan hubungan dengan orang-orang yang miskin. Ia ditahbiskan menjadi imam pada usia 19 tahun dan pernah diculik oleh bajak laut dan menjadi budak di Tunisia pada 1605-1607. Sekembalinya ke Perancis, ia diberi jabatan untuk hidup dengan nyaman sebagai guru bagi anak-anak orang kaya. Pada suatu waktu, Santo Vinsensius mempersembahkan Sakramen Tobat bagi orang-orang miskin. Ia menyadari bahwa betapa kelamnya pengakuan dosa yang telah dibuat mereka, sehingga Ia memutuskan untuk melayani orang-orang miskin. Ia berkhotbah kepada orang miskin dan memberi perhatian bagi narapidana yang bekerja di kapal pe...

Sentuhan Kasih 26 September 2021: Melawan Mentalitas Kepiting

HARI MINGGU BIASA XXVI Bacaan Pertama: Bil 11:25-29 Mazmur: 19:8.10.12-13.14 Bacaan Kedua: Yak 5:1-6 Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17.6a Bacaan Injil: Mrk 9:38-43.45.47-48 Mentalitas kepiting ( crab mentality ) adalah sebuah fenomena ketika seseorang merasa iri dan tidak mau melihat orang lain berhasil dan lebih berhasil darinya. Mengapa namanya kepiting? Karena jika kita melihat ada kumpulan kepiting di dalam keranjang dan ada kepiting yang ingin merangkak keluar, maka kepiting yang lain akan menarik kepiting itu untuk kembali berada di dalam. Orang yang mempunyai mentalitas ini sangat membahayakan karena dia mempunyai berbagai cara untuk menghambat kesuksesan seseorang, bisa melalui bujukan atau bahkan  bullying , fitnah, dan bahkan mencelakakan orang lain. Bila teman-teman berada di dekat orang seperti itu, alangkah baik menghindar supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  Dalam bacaan pertama, Yosua berkata kepada Musa untuk mencegah Eldad dan Medad yang dikaruni...

Sentuhan Kasih 25 September 2021: Jalan Keselamatan Yang Abadi

Sabtu Pekan Biasa XXV Bacaan Pertama: Za 2:1-5.10-11a Mazmur: Yer 31:10.11-12ab-13 Bacaan Injil: Luk 9:43b-45 Saya tertegun melihat bacaan pertama dan Injil yang bertolak belakang. Bacaan pertama mengisahkan tentang nubuat tentang Yerusalem yang Baru, yang dipenuhi harapan baru karena Tuhan yang akan bertahta, sedangkan Bacaan Injil mengisahkan Tuhan yang berkata secara tersirat bahwa Ia akan disalib, sesuatu yang penuh akan penderitaan. Inilah gambaran kehidupan kita, ada peristiwa penuh harapan yang menyenangkan dan peristiwa yang menyedihkan. Bacaan pertama, yang diambil dari Nubuat Zakharia, mengisahkan tentang penglihatan ketiga Nabi Zakharia. Penglihatan diawali dengan seseorang yang membawa tali pengukur untuk mengukur Yerusalem yang baru, sebelum akhirnya dicegah karena Tuhan sendiri yang akan bertahta di kota itu. Pandangan orang itu adalah dengan mengukur kota, ia dapat membuat tembok baru untuk memperluas Yerusalem. Kita tahu pada zaman dahulu, setiap kota pastilah bertembok...

Sentuhan Kasih 24 September 2021: Mengenal Allah

Jumat Pekan Biasa XXV Bacaan Pertama: Hag 2:1b-10 Mazmur: Mzm 43:1.2.3.4 Bacaan Injil: Luk 9:18-22 Sampai saat ini saya sering berkunjung ke rumah guru agama saya yang bisa dibilang mengubah hidup saya. Kisah hidupnya sungguh menarik. Lulus sebagai seorang Sarjana Ekonomi, lalu merantau ke Jakarta untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Ia sudah berpikir suatu saat akan pulang kampung dengan membawa istri, anak, dan mobil mewah. Akan tetapi, pekerjaan di Jakarta tidak menjamin kehidupannya. Alih-alih sukses, guru saya memutuskan untuk pulang kampung dengan tidak membawa apa-apa. Di kota kami yang kecil, guru saya pun tinggal di rumah orangtuanya dan tidak mempunyai pekerjaan selama beberapa tahun. Meskipun telah menikah dan punya anak, hidupnya tetap terpuruk dan penuh penyesalan. Suatu hari, ia diajak oleh temannya untuk mengikuti retret. Dalam satu sesi, guru saya menangis sejadi-jadinya, menyesali segala dosa yang ia perbuat di masa lalu, dan mulai mengenal keberadaan Tuhan. Sepulan...

Sentuhan Kasih 23 September 2021: Dosa Bukanlah Sebuah Kewajaran

PW. Santo Padre Pio dari Pietrelcina, Imam Bacaan I: Hag 1:1-8 Mazmur: Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b Bacaan Injil: Luk 9:7-9 "Berdoa, berharap, dan jangan khawatir. Khawatir itu tidak ada gunanya. Tuhan itu penyayang dan akan mendengar doamu." - St. Padre Pio Santo Padre Pio (1887-1968) adalah salah satu santo yang paling terkenal karena berbagai mujizat terjadi melalui perantaraannya, bahkan selama beliau masih hidup. Karena banyak saksi hidup yang turut merasakan mujizat, pastur yang bernama asli Francesco Forgione ini dibeatifikasi pada 2 Mei 1999 dan dikanonisasi pada 16 Juni 2002 oleh Paus Yohanes Paulus II. Salah satu mujizat yang menarik adalah sebagai berikut. Salah satu anak spiritual Padre Pio, Cleonice Morcaldi, mengatakan bahwa keponakan laki-lakinya dipenjara saat Perang Dunia II. Keluarganya tidak menerima kabar darinya selama setahun, sehingga mereka percaya bahwa dia telah meninggal. Orangtuanya sangat khawatir dengan keadaannya. Suatu saat, ibunya pergi menemui Pad...

Sentuhan Kasih 22 September 2021: Pedagogi Allah Dalam Perutusan Kita

Rabu Pekan Biasa XXV Bacaan I: Ezr 9:5-9 Mazmur: Tob 13:2.4.6.7.8 Bacaan Injil: Luk 9:1-6 Banyak orang mengatakan sikap Allah dalam Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB) bagaikan dua hal yang bertentangan. Sikap Allah sering dipandang kejam di dalam PL karena sering menghukum Bangsa Israel, berbeda dengan Allah yang mengutamakan perintah kasih dalam PB. Tentu saja keliru apabila kita bertumpu pada pendapat tersebut. Gereja menekankan pengajaran bahwa PL dan PB adalah satu kesatuan yang selaras. Untuk memudahkan kita dalam memaknai keselarasannya, gereja mengajarkan konsep Pedagogi Allah ( divine pedagogy ), yang berarti Allah menyingkap rencana keselamatan Allah secara bertahap sesuai dengan perkembangan umat-Nya. Untuk memudahkan pemahaman ini, kita dapat membayangkan bagaimana orang tua mendidik anaknya. Saat anak masih kecil, orang tua sering mendidik anaknya dengan disiplin dan hukuman supaya sikapnya selalu sempurna. Sedangkan dalam tahap perkembangannya, ketika anak sudah...

Sentuhan Kasih 21 September 2021: Kasih Yang Menyelamatkan

Pesta St. Matius, Rasul dan Penulis Injil Bacaan I: Ef 4:1-7.11-13 Mazmur: Mzm 19:2-3.4-5 Bacaan Injil: Mat 9:9-13 Sebelum menjadi pengikut Yesus, St. Matius adalah seorang pemungut cukai di Kapernaum. Pemungut cukai adalah figur yang dibenci oleh orang Yahudi karena dua alasan. Pertama, pemungut cukai memungut pajak dari masyarakat untuk diberikan kepada Kerajaan Romawi yang merupakan penjajah. Kedua, tidak ada kepastian mengenai besaran pajak karena tergantung pada "kemurahan hati" pemungut cukai. Mereka dapat menentukan harga pajak dengan besaran yang jauh dari seharusnya untuk memperoleh keuntungan pribadi. Sering kali mereka bertindak secara kasar dan kejam saat menagih pajak. Bayangkan, Matius adalah orang Yahudi dan memilih untuk mengabdi pada orang Romawi dan menindas sesamanya orang Yahudi.  Di dalam Injil dikatakan Yesus hadir dan makan bersama dengan pemungut cukai. Masyarakat Yahudi yang memandang Yesus sebagai penyelamat dari penjajahan Bangsa Romawi pun pasti be...

Sentuhan Kasih 20 September 2021: Apakah Saya Seorang Katolik?

PW Santo Andreas Kim Taegon, Imam,  dan Santo Paulus Chong Hasang, dkk., Martir Korea Bacaan I: Ezr 1:1-6 Mazmur: Mzm 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6 Bacaan Injil: Luk 8:16-18 Tahun ini, umat Katolik Roma di Korea berbahagia karena Konferensi Waligereja Korea mencanangkan Tahun Yubelium untuk merayakan 200 tahun kelahiran St. Andreas Kim Taegon, yang dilaksanakan sejak 29 November 2020 hingga 27 November 2021. Tema dari tahun yubelium ini adalah "Apakah Anda seorang Katolik?", yang merujuk pada pertanyaan eksekutor kepada St. Andreas Kim Taegon sebelum dibunuh. Dengan penuh kebahagiaan, St. Andreas menjawab "Ya, saya adalah seorang Katolik." St. Andreas Kim Taegon dikenal sebagai pastur Katolik Roma dari Korea yang pertama, sedangkan St. Paulus Chong Hasang adalah katekis handal yang mengusulkan pembentukan Keuskupan di Korea kepada Bapa Paus Gregorius XVI (yang pada akhirnya dikabulkan). Keduanya wafat sebagai martir dan dikanonisasi beserta 103 martir lainnya oleh Paus Yoha...

Sentuhan Kasih 19 September 2021: Kemurnian Hati Bagai Anak Kecil

HARI MINGGU BIASA XXV PF Santa Perawan Maria dari La Salette Bacaan I: Keb 2:12.17-20 Mazmur: Mzm 54:3-4.5.6.8 Bacaan II: Yak 3:16-4:3 BPI: 2 Tes 2:14 Bacaan Injil: Mrk 9:30-37 Hari ini cukup spesial karena bertepatan dengan peringatan 175 tahun Santa Perawan Maria dari La Salette. La Salette adalah sebuah tempat di daerah Pegunungan Alpen di Perancis Tenggara, yang bisa dibilang cukup terpencil. Lokasi penampakan Bunda Maria, yang kini dibangun gereja/ shrine , berada di ketinggian lebih dari 1700 meter di atas permukaan laut. Karena berada di pegunungan, lokasi di sekitar shrine ini sungguh luar biasa indah dan menawan. Sebagai informasi, Santa Perawan Maria dari La Salette sendiri dikenal sebagai pelindung Kongregasi MSF (Misionaris Keluarga Kudus). Pada tanggal 19 September 1846, Bunda Maria menampakkan diri kepada Maximin Giraud (11 tahun) dan  M é lanie Cal vat (14 tahun). Bunda Maria tampak dalam keadaan sangat berduka, terlihat ketika wajahnya dibenamkan di dalam muka. Di p...

Sentuhan Kasih 18 September 2021: Siap Menumbuhkan Sabda Allah

Pekan Biasa XXIV Bacaan I: 1Tim 6:13-16 Mazmur: Mzm 100:2.3.4.5 Bacaan Injil: Luk 8:4-15 Dalam permenungan saya hari ini, saya teringat dengan homili Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, Uskup Keuskupan Sufragan Bandung. Beliau pernah bercerita, saya lupa cerita persisnya, tetapi kurang lebih isinya seperti ini:  Suatu ketika ada umat yang datang kepada seorang uskup dan berkeluh kesah, "Bapa Uskup, mohon maaf saya ingin berkeluh kesah, dan semoga Bapa Uskup dapat memberi solusi. Tolong, Bapa Uskup, tegurlah pastur di paroki saya. Pastur itu kalau berkhotbah setiap Minggu isinya selalu sama saja. Duh, Bapa Uskup, saya sampai bosan mendengarnya! Umat-umat yang lain juga pada mengeluh, Bapa Uskup". Uskup pun menjawab, "Oh, ya, baik, saya akan berbicara dengan Pastur." Suatu ketika, Uskup pun berjumpa dengan Pastur yang dimaksud, lalu mereka berbicara bersama. Uskup pun bertanya tentang keluhan umat, dan Pastur pun berbicara demikian, "Wah, setiap Minggu saya han...